Demon/Separate

Drabble by Lollicino ©

Starring Dori Sakurada

Outsider | via Tumblr

“Bukan seseorang, dan bukanlah sesuatu. Tidak bertapak pada bumi maupun langit.  Tidak hidup, tapi dia tidak mati. Tidak pernah memiliki dunia.”

“Jadi…”

Kiriko menggigit bibir bawahnya, entah apa yang dirasakannya sekarang. semua terasa terlalu aneh. Tak ada kebahagiaan, kesedihan, atau hal apapun yang mewakili keadaan ini.

“Ri-chan…”

“Ri-kun…”

Memanggil disaat bersamaan, dan juga saling menutup bibir secara bersamaan. Kiriko menundukkan kepalanya, jari-jari lentiknya saling bertaut -bergerak-gerak dengan gelisah.  Terkadang juga dia menyingkirkan poni coklatnya yang menutupi matanya, agar dia tidak terlalu gugup.

Sementara Dori didepannya hanya menyunggingkan senyum manis seperti biasa, senyum yang selalu Kiriko sukai. Senyum yang menjadi candu Kiriko selama 3 bulan belakangan. Kedua tangan Dori dimasukkannya kedalam saku jeansnya, hal yang selalu dia lakukan. Dan Dori memulai pembicaraan,

“Kau tahu peraturannya, Ri-chan.” Ucapnya enteng. Kiriko mengangguk perlahan, dan Dori melanjutkan, “Dan masa berlaku sudah habis, aku harus pergi.”

Seharusnya Kiriko tidak pernah menandatangani perjanjian bodoh dari iblis-iblis itu, hanya untuk memenuhi hasratnya akan makhluk-makhluk yang bukanlah manusia ataupun binatang. Seharusnya Kiriko tidak pernah jatuh hati terhadap sepasang sayap hitam dibalik punggung tegap Dori yang selalu melindunginya selama 3 bulan. Dan sekarang Kiriko tahu, itu semua hanya kamuflase -bukan, mungkin seperti sebuah kewajiban terhadap pelanggan. Bahkan Kiriko bukan pelanggan. Dia adalah mainan Dori.

“Tidak ada yang ingin kau katakan lagi, Ri-chan?”

Kiriko tersadar, dan dia mendongak menatap mata Dori. Mata itu berwarna merah darah, terasa dingin, kosong, dan tak terpancar apapun dari sana. Seakan seperti sebuah jendela yang menampakkan ruangan kosong tanpa apapun didalamnya. Dan Kiriko menyukai mata itu, dimana sebuah rahasia dapat tersembunyi dengan aman.

“Ri-kun!-” Panggil Kiriko tanpa ada perintah dari dirinya. Dori yang akan meninggalkan tempat itu sontak berbalik, sayap hitamnya masih mengepak di udara, dan Dori tidak lagi berpijak pada tanah. Dia menatap Kiriko, menunggu kata-kata lain yang akan keluar dari bibir gadis itu.

“Ri-kun…” leher Kiriko terasa seperti tercekat saat dia berbicara, “Kenapa kau harus pergi? Kau bisa saja tinggal disini bersamaku, dan kita-”

“Kiriko.”

“-Ini bukan tempatku. Aku hanya menumpang sebentar untuk tinggal bersamamu, dan aku bukan manusia. Tidak pernah layak untuk kami tinggal disini. Dan tidak bisa dilayakkan.” Jawab Dori.

“Apa kau mencintaiku?” tanya Kiriko tiba-tiba. Dori hanya tersenyum.

“Aku tidak punya hati atau hal lain yang dapat menampung ‘cinta’. Jadi aku tidak tahu,” Dori menjawab.

“Lagipula, kau hanya mainanku.”

Nyut.

Setelah Dori pergi, menghilang dibalik debu-debu hitam yang entah muncul darimana dan melenyapkannya, Kiriko terjatuh. Ada bagian didalam dirinya yang terasa nyeri, dan Kiriko tak mampu menahannya. Perkataan Dori menusuknya tanpa ampun, memberi luka paling dalam yang takkan pernah bisa disembuhkan dalam hidupnya.

Tapi Dori benar. Kiriko hanya mainan baginya. Semua manusia hanya mainan baginya. Bagi bukan seseorang maupun sesuatu yang bahkan tak punya kehidupan dimanapun seperti Dori.

Iblis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s