I Hate This Part

Title     : [SongFic]  I Hate This Part

Author : lollicino

Cast     : Aline Yoon [OC’s] Kim Jong In [EXO-K]

Minor  : Goo Yu Mi [OC’s]

Genre  : hurt, -little bit- romance

Rating  : teen

Length : oneshot

Sum     : “Where the end start.” – Aline Yoon

= = =

            Aline mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang pelan, melewati jalanan 5th avenue yang masih bersalju. Ini bulan Januari, dan salju sudah berhenti sepenuhnya. Tapi jalanan masih saja penuh dengan salju, dan udara masih menusuk kulit.

Aline memberhentikan mobilnya tepat di pinggir jalan, lalu turun dari mobilnya. Aline membuka pintu mobil belakangnya lebar-lebar, membiarkan Elie –anjing kesayangannya- melompat keluar dari dalam mobilnya. Aline tersenyum melihat tingkah anjing kesayangannya itu. Dielusnya bulu putih salju Elie dengan lembut.

“ Elie, kau bosan berada di dalam mobil? “ tanyanya pada Elie. Elie menjulurkan lidahnya keluar, membuat Aline menjadi gemas. Anjingnya itu memang imut sekali.

Aline berjalan diikuti Elie dibelakangnya. Dirapatkannya mantel coklat yang tersampir di bahunya, melindungi kulitnya yang menggigil. Aline duduk di bawah pohon besar yang lumayan jauh dari mobilnya. Sementara Elie, dia berlari-lari di sekitar pohon itu.

The world, slows down

But my heart beat fast right now

I know, this is the part,

Where the end start

Mata hazelnut Aline menatap lurus ke hamparan pasir yang bercampur salju. Lebih tepatnya, menerawang. Pikirannya melayang, kembali pada masa-masa yang dibenciya itu. Memorinya berjalan dengan lambat, namun hatinya berdetak dengan kencang seakan-akan ingin meledak. Karena rasa sedih dan benci yang bercampur di dalam hatinya.

“ Jong In… “ lirihnya. Dia tahu ini akhirnya.

= = =

I can’t take it any longer

Thought that we were stronger

All we do is linger

Lelah?

Ya. Aline sangat lelah.

Lelah menghadapi Jongin yang sangat keras kepala, dan terus menerus berkata bahwa dia masih mencintai Aline. Namun tak pernah ada bukti bahwa Jongin masih mencintai Aline. Yang ada hanyalah, sakit hati untuk yang kesekian kalinya ditorehkan Jongin dalam hati Aline.

Aline tahu, Jongin itu –sangat amat- tampan. Dan Jongin tentu menyadari hal itu, karena hampir seluruh mahasiswi New York University mengejar-ngejar dia. Jongin? Jongin pun dengan senang hati melayani mereka. Singkatnya, Jongin adalah playboy. Beberapa kali tertangkap basah oleh Aline, namun Jongin selalu mengelak dan berkata bahwa dia masih mencintai Aline.

Berkali-kali sudah Aline meminta jawaban ‘Ya’ ketika Aline mengucapkan kata putus. Berkali-kali pula Jongin menolak dan berkata hal yang –menurut Aline- berbeda 180 derajat dari kenyataannya. Mereka berdua sama kuatnya. Aline, kuat dan tetap kukuh pada keinginannya, dan Jongin pun kuat dalam mempertahankan hubungan mereka yang sudah terjalin selama lima tahun –namun tak berarti apapun.

Mereka hanya bisa terjebak lama-lama dalam scene menyedihkan ini.

= = =

Everyday, seven takes of the same old scene

Seems we’re bound by the laws of the same routine

Gotta talk to you now ‘fore we go to sleep

But will we sleep once I tell you what’s hurting me?

Setiap harinya berjalan seperti biasanya. Seperti biasa, Aline hanya mengirim pesan selamat pagi untuk Jongin. Dan seperti biasa juga, tak ada balasan yang didapatnya dari Jongin. Aline menghela nafas beratnya. Sepertinya berharap akan mendapatkan balasan dari Jongin adalah ‘mustahil’.

“ Malang sekali nasibmu, Aline. “ Aline tersenyum miris untuk dirinya sendiri. Elie muncul dari ruang tamu, dan menghampiri Aline. Aline duduk di lantai, lalu mengelus bulu putih Elie. Mata besar Elie menatap mata Aline, seakan tahu kalau majikannya itu sedang dilanda sedih.

“ Elie, haruskah aku merasakan hal ini? Ini terlalu menyakitkan, Elie aku tak bisa menjalaninya lagi. “ gumam Aline pada anjingnya itu. Air mata Aline menetes.

“ Jika selalu berbicara tentang putus, dia selalu menyuruhku untuk menutup mata dan telingaku. Dia selalu berkata ‘Jangan dengarkan orang lain dan percayalah padaku’. Elie, benarkah ucapannya itu? “ lirih Aline.

“ …akankah dia mengerti jika aku memberitahu semua yang kurasakan? “ lirihnya lagi. Detik selanjutnya, Aline tersenyum pedih.

“ Dia tidak pernah mengerti apapun tentang diriku. “

= = =

I know you’ll ask me to hold on

And carry on like nothings wrong

But there is no more time for lies

Cause I see sunset in your eyes

Aline menyesap coffee milk-nya yang masih hangat. Asap mengepul dari cup milk coffee-nya, menandakan bahwa minuman itu masih hangat. Aline memperhatikan sekitarnya, mencari-cari sosok orang yang ditunggunya sedari tadi. Namun orang yang ditunggunya tidak kunjung datang, sedangkan Aline sudah menunggunya selama hampir dua jam.

[TING]

Pintu cafe terbuka. Seseorang muncul dari balik pintu itu. Dia membersihkan jaket hitamnya yang terkena salju. Orang itu berjalan, lalu duduk di depan Aline.

Sorry i’m late, Aline. “ ucapnya datar, lalu tersenyum simpul.

Kim Jong In.

Kini Aline bisa merasakan sebilah pisau besar menusuk dalam hatinya. Aline hanya tersenyum miris mendengar penjelasan singkat Jongin. Aline menghela nafas beratnya, sebelum dia mengungkapkan keinginannya sekarang.

“ Aku ingin kita putus, Jongin. “ ucap Aline cepat. Aline menunduk, tak mau menatap mata hitam Jongin yang menatapnya tajam. Jongin mengerutkan kenignya, lalu mendesah pelan.

“ Kau ingin kita putus, hanya karena aku terlambat menemuimu? Baiklah, aku minta maaf Aline. Aku- “

“ Jangan menjelaskan alasan apapun padaku, Jongin. Aku sudah lelah. “ mata Aline memanas. Aline menggigit bagian bawah bibirnya, menahan tangisannya agar tidak keluar. Dia tidak ingin tampak lemah di depan Jongin.

“ Tidak, Aline. Aku masih- “

“ Aku lelah, Jongin. Tidakkah kau memikirkan perasaanku? “ Aline memotong ucapan Jongin. Jongin membisu, diam ta berkutik. Aline mendesah pelan. Dia tahu, Jongin tidak bisa berkata apapun jika masalah ini sudah menyangkut tentang pengertian atau hati Aline, maupun Jongin.

“ Aline, kumohon jangan bahas hal ini. Bukankah aku pernah berkata padamu untuk percaya padaku? Mereka semua hanya teman-temanku, Aline. Bukan hal yang salah jika kami dekat. “ cecar Jongin, “ Anggap semuanya tak pernah terjadi. Aku benar-benar mencintaimu, Aline. Aku berjanji, setelah ini aku akan memperlakukanmu dengan baik! “ lanjutnya.

Aline tersenyum miris menanggapi ucapan Jongin.

“ Kau mencintai Yumi. Pikirkan perasaannya. “ Aline menyesap kembali coffee milk-nya, “ Aku mendengar semuanya, Jongin. Dan aku merasa kalau aku adalah seorang yeoja kurang ajar yang telah mencurimu dari orang yang mencintaimu sejak lama. “ lanjut Aline.

[TES]

‘ Oh, God. Please not at this time. ‘ batin Aline setelah air matanya menetes. Ia tak ingin tampak lemah di depan Jongin, sungguh.

“ Aline… “ Jongin hanya mampu mengelukan nama Aline. Lehernya seperti tercekik, hingga dia tak mampu mengucapkan apapun. Semua ucapan yang sudah dirangkainya seakan tertelan kembali begitu saja ke dalam hatinya. Jongin menatap sendu Aline.

Dia tahu dia salah. Tak bisakah Aline memberinya kesempatan kedua?

“ Aline, aku- “

“ Cukup, Jongin. Cukup sampai disini saja. Aku benci mendengar semua omong kosongmu yang bahkan hanyalah sebuah kebohongan yang sukses membuatku menangis, dan sakit hati. Sudah terlalu banyak luka yang kau goreskan di hatiku, Jongin. Tidakkah itu cukup? Aku tidak kuat lagi Jongin! Aku terlalu lemah. Aku tak mampu lagi menghadapi semuanya! “

Jongin terhenyak mendengar ucapan Aline. Dia merasakan sebuah benda tumpul menusuk hatinya. Aline tidak pernah menjadi seperti ini. Tidak-sama-sekali. Sementara Aline, dia tak mampu lagi menahan isakannya. Air matanya telah membasahi seluruh pipinya.

Ingin. Ingin sekali Jongin menghapus air mata sialan itu. Air mata yang sudah membasahi pipi mulus Aline. Tapi tangannya seperti diikat oleh tali tambang. Dia tak bisa mengerakkan tangannya sendiri. Selain itu, dialah orang yang sudah membuat air mata itu mengotori pipi Aline.

“ Aline, kumohon. Berikan aku kesempatan yang kedua! Aku benar-benar mencintaimu, Aline. Aku tak sanggup hidup tanpamu! Lupakan semuanya. Ayo kita membuka lembaran baru lagi. Kisah baru yang lebih menyenangkan. Kumohon untuk kali ini, Aline. “ Jongin memohon dengan sangat. Aline menggeleng dan tersenyum kecut.

“ Kesempatan kedua itu telah kau ambil Jongin. Entah sudah berapa kali aku memberikan kesempatan kedua untukmu, tapi tak ada satupun yang kau gunakan untuk memperbaiki semuanya. Kesempatan itu sudah hilang, sejak lama… “

“ … dan aku bisa melihat terbenamnya matahari di matamu. Akhir dari kisah kita, yang akan dilanjutkan dengan kelamnya malam. Kesedihan. Tapi aku percaya akan ada bulan yang akan menerangimu. Yang akan menemanimu dan menghapus semua kesedihanmu, setelah aku pergi dari kehidupanmu. Begitu juga denganku. “ lanjut Aline. Sekali lagi, Jongin merasakan sebuah benda tumpul menghantam dirinya.

Bahkan Jongin tak bisa membayangkan hidup tanpa Aline. Tanpa morning text message yang dikirim hampir setiap hari oleh Aline, namun tak ada satupun text message dari Aline yang dibalasnya.

‘ Kim Jong In bodoh!!! ‘ makinya dalam hati. Air mata Jongin mengalir deras. Ya, dia menyesal. Sangat menyesal. Tapi terlambat.

Regrets always come later, right?

“ Sampai disini saja, Jongin. Terima kasih, atas semuanya. “ Aline segera bangkit dari kursinya dan melangkah menjauhi Jongin.

“ Berhenti disitu, Aline. “ langkah Aline terhenti sebentar. Jongin berbalik, dan hanya mendapati punggung Aline yang menghadap ke arahnya.

Jantung aline berdebar kencang. Dia ingin menangis sekarang juga. Dia tak tahan lagi. Aline segera kembali berjalan, namun untuk kedua kalinya, langkahnya terhenti karena mendengar suara keras Jongin.

“ Kubilang berhenti disitu, Yoon Gu Yeon!!! “ teriak Jongin. Aline terhenyak. Tidak ada yang memanggilnya dengan nama Koreanya, setelah Aline jauh dari orang tuanya. Lagipula, Aline benci nama itu.

“ Jangan panggil aku dengan nama itu, Jongin-ssi. Aku membencinya. “ ucap Aline. Aline hendak berjalan, namun tangan Jongin sudah mencengkram kuat pergelangan tangannya. Aline menghentak-hentakkan tangannya, berusaha untuk melepaskan cengkraman Jongin yang sangat kuat. Tapi Jongin jauh lebih kuat dari Aline, tentu saja.

“ Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Gu Yeon. Tidak sampai kapanpun. “ Jongin menekan setiap kata yang diucapkannya. Aline berbalik, dan menatap Jongin dengan tatapan memohon.

“ Kumohon, lepaskan aku. Aku sudah tidak kuat, Jongin. Ini terlalu berat untukku. Kumohon, Jongin, jangan membuatku menangis lagi. Kalau kau mencintaiku, lepaskan aku. “ bisik Aline dengan nada memohon.

Perlahan, Jongin melepaskan cengkramannya pada tangan Aline. Jongin hanya bisa menatap perih Aline. Kenapa Aline harus merasakan semua sakit hati itu karena dia? Jongin hanya bisa memaki dirinya dalam hatinya sedari tadi. Merutuki semua perbuatannya yang sudah menyakiti Aline.

“ Pergilah, Aline. Aku minta maaf atas semuanya. Dan juga… saranghae. Yeongwonhi saranghamnida, nae sarang. Mianhae. “ ujar Jongin lemah.

Gomawo, Jongin-ssi. “

[CUP]

Aline mengecup singkat bibir Jongin. Ini pertama kalinya mereka berciuman, setelah lima tahun berpacaran, dan berakhir sia-sia.

Jongin menatap sendu punggung Aline yang mulai menjauh dari pandangannya. Ingin, ingin sekali dia menahan Aline. Memohon, bahkan dia rela berlutut di depan Aline sekarang untuk menahan Aline. Namun, semuanya sudah terlambat. Dan itu semua akibat ulahnya sendiri.

Jebal, kaljima Gu Yeon-ah. Nae sarang, jebal kaljima! Nan yeojonhi dangsin eul saranghago! (aku masih mencintaimu!) “ lirih Jongin dengan suara yang bergetar.

And the sunset has ended,

Became the night. Night was dark, and lonely

Without any moon or stars, without you.

= = =

But I gotta do it

I gotta do it

I gotta do it

I hate this part

Aline menatap bintang-bintang yang bertebaran di langit kota Seoul dengan sendu. Dia merasa kesepian, tentu saja. Jongin? Entahlah. Mungkin saja dia sudah melupakan Aline atau sebaliknya. Yang jelas, masih ada rasa yang mengganjal di hati Aline.

“ Ini pilihanmu, Gu Yeon. “ gumam Aline pada dirinya sendiri.

“ Ya. Sebenci apapun dirimu pada hal ini, inilah pilihanmu. Kau harus melakukannya. Semangat. “ Aline menyemangati dirinya sendiri.

Dan inilah akhirnya. Akhir dari kisah seorang Aline dengan namja yang dicintainya, Kim Jong In. Berakhir sia-sia, tanpa ada rasa manis sedikitpun di dalam cerita itu. tanpa ada kebahagiaan, hanya sebuah kisah sunyi yang menyakitkan.

Sebuah scene yang paling menyakitkan, namun satu-satunya jalan untuk mengakhiri semuanya.

= = =

I hate this part right here

I hate this part right here

I just can’t take these tears

I hate this part right here…

I Hate This Part status : END

Otte? Kalian suka gak? Ini terinspirasi dari salah satu lagu Pussycat Dolls favorit saya. Ritme lagunya gak terlalu cepat, tapi gak terlalu ballad juga. Menceritakan perasaan seseorang yang membenci keadaan di bagian akhir kisahnya. Dan akhirnya, kutumpahkan semuanya ke dalam sini. Nangis gak? Mudah-mudahan ada yang tersentuh ya^^

Sweet kiss, from Lollicino

Iklan

4 thoughts on “I Hate This Part”

  1. AKU SUKA~
    Ini keren banget, sumpah^^
    Rasa sakitnya kerasa banget lho, eon. Aku…hampir nangis #cengeng dan..rasa sakitnya itu terasa real buat aku.
    Aku selalu suka fan fic eonnie. Selalu. #gombal
    Semangat buat ff selanjutnya -kelak-, ya! HWAITING!

    1. jinjja? kamu suka? gomawo ^^ ahhh~ jadi malu >///<
      sebenarnya ff ini dibuat udah lama. cuma lupa dipublish doang -_-"
      okay^^ nanti dibuat ff lainnya yah~
      thanks for your comment^^

  2. Daebaaaak~ ada sequelnya ga? Telat bgt ya komennya-.- haha
    Kalo blm ada minta sequelnya dong terus adain jongin pov nya biar kerasa feel nya ;;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s