Stop The Time

Title     : Stop The Time

Author : lollicino

Cast     : Lee Min Hyuk (BtoB), Lee Chae Rin / CL (2NE1)

Genre  : romance

Length : Oneshot

Rating  : T

===

Angin berhembus, meniup tiap helai rambut hitamnya yang tampak berantakan. Matanya tertutup, menikmati tiap hembusan angin yang menerpa tubuhnya, membantunya untuk membuang semua pikiran yang mengganggunya.

Lee ChaeRin

Nama itu. Indah baginya. Baginya nama itu lebih indah dari semua bintang di langit, dari jajaran berlian-berlian yang berkilauan, lebih indah dari semua hal yang indah di dunia ini.

Tapi menyakitkan mengingat tentang hal indah itu. Bagi MinHyuk, mengingat nama itu sama saja membakar dirinya sendiri. Menenggelamkan dirinya sendiri ke dalam lautan api yang menyakitkan.

Menikah.

Semua orang pasti akan menikah. Termasuk pria itu, MinHyuk. Dan MinHyuk hanya ingin menikah dengan gadis itu, ChaeRin, gadis yang dicintainya selama 3 tahun ini. Karena tidak ada lagi gadis yang dapat menguasai hatinya, seluruh jiwanya.

Semuanya. Semuanya yang baru saja kuceritakan adalah sebuah mimpi yang tidak memungkinkan untuk pria itu. Mimpi yang terlalu tinggi dicapai sendiri olehnya. TIDAK MEMUNGKINKAN SAMA SEKALI UNTUKNYA.

Tapi memungkinkan jika dia berlari sekarang. Berlari untuk mengejar sesuatu yang sebentar lagi bukan menjadi miliknya. Mengejar sesuatu yang merupakan nafasnya sehari-hari. Mengejar ChaeRin yang memang seharusnya menjadi miliknya.

MinHyuk membuka matanya. Mata hitam yang tadinya tersiratkan sebuah kebahagiaan, kini menyiratkan kesedihan yang mendalam dan juga kebimbangan. Nafasnya tidak beraturan.

Kini mata itu melihat jam tangan perak yang melingkar di tangan kirinya.

11.49 AM

Tekadnya sudah bulat. Dia harus mengambil kembali ChaeRin ke dalam pelukannya. Tidak melepaskan gadis itu untuk yang kedua kalinya. Melepaskan gadis itu sama saja dengan kehilangan nafasnya, hal yang sangat berharga bagi kehidupannya sendiri.

Kakinya melangkah dengan tergesa-gesa. Menuruni tangga yang terasa panjang. Mengejar waktu, mengejar semua yang harus dimilikinya.

Kini semuanya yang mereka lalui terasa seperti rol film. Berputar, kembali menayangkan kisah-kisah mereka –MinHyuk dan ChaeRin-, dan berakhir di salah satu kisah mereka yang menyakitkan. Kisah yang sangat ingin dilupakan MinHyuk. Kisah dimana saat semuanya terjadi.

===

Gadis pirang itu kembali memoleskan wajahnya dengan berbagai make-up yang ada di atas mejanya.

Matanya melirik ke arah kaca yang ada di depannya. Dilihatnya orang yang dicintainya itu menatapnya dengan mata hitamnya yang menyiratkan kemarahan. Tapi gadis itu diam dan kembali memoleskan wajahnya.

Sentuhan terakhir. Diraihnya lipstick peach di mejanya dan memoleskan lipstick itu di bibir tebalnya. Gadis itu menatap dirinya puas di depan cermin, dan berbalik menuju pintu, meninggalkan rumah bergaya gothic itu.

“ Mau kemana kau, ChaeRin? “ tanya pria itu –MinHyuk-. Gadis itu –ChaeRin- mengabaikannya dan tetap berjalan. MinHyuk segera meraih pergelangan tangannya.

“ KAU MASIH MAU MENURUTI ORANG TUAMU UNTUK MENIKAHI PRIA ITU? “ tanyanya dengan nada tinggi, membentak ChaeRin.

“ Kau. Tidak ada urusannya denganmu, MinHyuk! “ bentaknya juga.

“ ITU URUSANKU. KARENA KAU ADALAH GADISKU! TIDAK ADA YANG BOLEH MEMILIKIMU SELAIN AKU! “ teriak MinHyuk.

ChaeRin kehilangan kesabarannya. Dia terus menghentakkan tangannya, berusaha melepas tangan MinHyuk yang melekat kuat di pergelangan tangannya.

“ LEPASKAN! LEP- “ kata-katanya terputus. Bibirnya tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi, terkunci rapat oleh bibir MinHyuk.

[PLAK]

Tamparan menyakitkan itu melayang, mendarat tepat di pipi mulus pria itu, membuatnya hampir terjungkal. MinHyuk menatap ChaeRin, tidak percaya kalau dia baru saja menamparnya

ChaeRin menghapus jejak bibir MinHyuk kasar dengan tangannya. Mata elang itu kini menatap MinHyuk dengan berkaca-kaca. Penuh kebencian dan rasa jijik yang mendalam. ChaeRin segera berbalik dan pergi meninggalkan rumah itu. Meninggalkan MinHyuk sendirian, di tengah-tengah perasaan yang bercampur aduk.

===

[KREK]

Pintu tua itu terbuka, seiring dengan tepuk tangan riuh dari orang-orang yang menyambut kehadirannya. Nuansa hitam mengelilingi mereka. Bukanlah warna putih, warna yang memang menjadi ciri khas sebuah pernikahan manis.

Pernikahan ? Manis ?

Bahkan dalam hatinya hanya ada kesedihan, penyesalan dan kebencian terhadap pernikahan ini.

Kini mata elang itu menatap altar hitam di depannya. Seorang pria berdiri disana telah menunggunya. Bukan. Bukan pria itu yang harusnya dia nikahi. Bukan pria itu yang seharusnya tersenyum padanya. Bukan dia. Bukan Lim HyunShik.

Ekor gaun hitamnya terus menyapu lantai marmer yang terasa dingin, mengikuti langkah gadis itu yang gontai. Hanya bisa pasrah terhadap sesuatu yang salah.

Altar itu kini sudah dekat. Hatinya bimbang. Mata itu melirik pintu coklat yang tertutup, mengharapkan kehadiran pangerannya untuk menghentikan dia. Namun nihil, pintu itu tidak terbuka sama sekali.

Kini mata itu melirik ke arah jarum jam yang terus berjalan tanpa henti, menyisakan sedikit waktu untuk semuanya. Menyisakan sedikit waktu untuk ChaeRin, untuk menikmati hidup terakhirnya, sebelum dia memulai hidup baru yang tak semestinya dengan pria bernama Lim HyunShik itu.

Kini siratan mata itu tidak bisa dibohongi lagi. Air mata itu terjatuh. Mata elang yang tajam itu kini menyiratkan kesedihan yang mendalam. Matanya terpejam, seiring dengan langkahnya yang berhenti.

‘ Kumohon, hentikan waktu ini. Untukku. Dan untuk dia. Pangeranku. Lee MinHyuk. ‘

[KREK]

Dunia terasa hampa. Tak ada sedikitpun suara riuh tepuk tangan itu di telinganya. Hanya mendengar pintu tua itu terbuka dan membentur dinding bata itu.

Matanya terbuka. Dia melihat sekelilingnya dan sadar, kalau waktu memang berhenti, sesuai dengan perkataannya tadi.

Dia memperhatikan sekitarnya. Semua gerakan orang-orang itu terhenti. Bahkan jarum jam itu tidak bergerak lagi.

Kini pandangan itu melirik ke belakangnya, dan mendapati pangerannya berdiri disana, mendekatinya perlahan-lahan.

Lee MinHyuk.

“ Min-hyuk… “ lirih gadis itu –ChaeRin-. Suaranya bergetar.

MinHyuk meraih pundak ChaeRin. Wajahnya mendekat, seiring dengan matanya yang terpejam, begitu juga dengan ChaeRin. Kini hembusan nafas kedua insan itu terasa menerpa wajah mereka masing-masing. Tidak ada penolakan sama sekali dari ChaeRin. Sampai bibir mereka bersentuhan.

ChaeRin menggenggam erat tangan MinHyuk. Seakan-akan pria itu adalah harapan satu-satunya untuk ChaeRin.

‘ Aku harap waktu berjalan mundur. Kembali mengulang kisah kami, dan memperbaiki semuanya. ‘ ucap ChaeRin dalam hati.

Waktu berjalan mundur dengan cepat. Menayangkan kisah-kisah mereka dari akhir hingga awal dengan cepat. Membuat keduanya merasa pusing dan pada detik berikutnya, semua terasa gelap di mata mereka.

==============================================================================

Angin bertiup, menerbangkan gorden merah di kamar itu. Mengganggu 2 orang yang tertidur diatas ranjang abu-abu itu.

Dan benar saja. MinHyuk terbangun. Dia membuka matanya dengan susah payah, lalu bangkit, dan menyandarkan punggunggnya di kepala ranjang abu-abu itu.

Dia menutup matanya dengan punggung tangannya. Berusaha untuk menghindari sinar matahari yang terasa menyilaukan di matanya.

MinHyuk membuka matanya ketika dia merasakan jari-jari yang menyusup diantara jari-jarinya. Menggenggamnya dengan kuat, dan menariknya. MinHyuk menoleh ke samping kirirnya.

Seulas senyuman tergores di wajahnya ketika dia melihat gadis itu. Lebih tepatnya istrinya. Lee ChaeRin, sedang tersenyum padanya. ChaeRin tidak melepaskan genggaman tangannya pada tangan MinHyuk. Diciumnya punggung tangan MinHyuk, dan menutup matanya, kembali terlelap.

MinHyuk terus tersenyum. Dielusnya rambut pirang itu dengan tangan kirinya.

‘ Aku beruntung, itu semua hanya mimpi. Entah apa jadinya kalau semua itu benar-benar terjadi. Entah apa jadinya aku tanpamu, Lee ChaeRin, istriku. ‘

END

Iklan

One thought on “Stop The Time”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s